HARIAN ACEH. COM

Friday
Jul 30th
Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Barat Selatan Aceh Barat Daya Siswa Demo Kepala Sekolah

Siswa Demo Kepala Sekolah

Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;} Blangpidie | Harian Aceh - Belasan pengurus Ossis SMA Blangpidie Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Selasa (15/12) melakukan unjuk rasa di luar ruangan. Mereka mempersoalkan kebijakan Kepala Sekolah yang dinilai otoriter. Para siswa tersebut menuding Kepala Sekolah  SMA Blangpidie bersikap otoriter dalam pengiriman dua siswa ke Bandung pada 16 sampai 19 Desember ini tanpa berkoordinasi dengan Ossis dan dewan guru.

Selain itu dua siswa yang dikirim  untuk mengikuti pelatihan dan study banding yang bekerja sama dengan Balai Besar Tanaman Nasional Gunung Lauser itu adalah bukan siswa berprestasi melainkan siswa dari salah seorang guru disekolah tersebut. Protes demo itu diawali dengan membagian selebaran yang bertuliskan lawan sikap otoriter kepala Sekolah SMA I Blangpidie kepada sejumlah siswa yang masuk kesekolah.

Ketua Ossis Agus Fadli bersama pengurus Ossis lainnya menyampaikan orasi di halaman tengah sekolah sambil mengelar poster yang telah disiapkan. Aksi itu mendapat simpati dari siswa lainnya. Puluhan siswa lainnya keluar ruangan untuk mengikuti unjukrasa tersebut. Akibatnya proses belajar mengajar jam pertama  tidak bisa berlangsung. Siswa lebih mendengarkan orasi dari pada ajakan dari sekolah untuk masuk ruangan.

Agus Fadli dalam orasinya menyampaikan protes terhadap pengiriman siswa ke Bandung karena dinilai kurang tepat.”Masih banyak siswa lainnya yang berprestasi kenapa tidak dikirim,” teriaknya yang disambut  yel-yel siswa lainnya.

Aksi mogok belajar itu berakhir  setelah Kepala Sekolah SMA I Blangpidie,  Drs Abdul Rani Us   memenuhi tuntutan mereka  membatalkan pengiriman dua siswa dalam acara tersebut.

Abdul Rani Us kepada wartawan mengatakan, SMAN 1 Blangpidie telah menyepakati pengiriman dua siswa dan satu dewan guru untuk mengikuti acara ke Bandung pada hari ini (Selasa 15/12). Meski tidak bermusyawarah karena waktunya yang sangat terbatas. “Dua siswa yang dikirim adalah siswa yang pernah mengikuti lomba di tingkat provinsi.  Sebenarnya hari ini dua siswa kita berangkatkan, tetapi ada hal besar yang harus kita pertimbangkan yaitu proses belajar mengajar terpaksa dua siswa itu kita batalkan,” ungkapnya.

Kedua siswa yang akan dikirim tersebut, Reza Madatillah (II IPA Unggul) adalah salah seorang siswa yang pernah mengikuti lomba tingkat Provinsi Aceh yang diselengarakan oleh Honda.  Sementara Ferry Satria merupakan siswa yang aktif dan mempunyai ide yang cemerlang ketika beberapa kali kita lakukan pertemuan. ”Dua siswa itu sebenarnya siswa yang layak kita kirim,” katanya.

Namun mengingat prose belajar mengajar akan terganggu bila mareka akan kita kirimkan ke acara tersebut. “Kami berkesimpulan dengan dewan guru membatalkan keberangkatan dua siswa tersebut.  Dari pada diganti lebih baik dibatalkan. Pembatalan itu disetujui oleh dinas,” lanjutnya.fri