HARIAN ACEH. COM

Tuesday
Mar 16th
Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Opini opini Malam Seribu Bulan

Malam Seribu Bulan

Oleh Thayeb Loh Angen
Wartawan Banda Aceh

Dalam Surat Al-Qadar ayat 1-5, Allah memberitahukan, Dia telah menurunkan Al-Quran pada malam Al-Qadar yang penuh kemuliaan. Dalam firman itu disebutkan malam al-Qadar lebih baik dari seribu bulan. Di malam itu, dengan izin Tuhan, turun para malaikat dan Jibril untuk mengatur segala urusan. Pada malam itu penuh ucapan kesejahteraan sampai terbit fajar.
Alkisah, suatu masa ada seorang pemuda umat Bani Israel mendirikan salat malam sampai subuh. Dia pun berjihad melawan musuh agamanya dari siang sampai petang. Amalan begitu dilakukannya selama seribu tahun. Allah menurunkan ayat tadi demi dapat dicapai kelebihan oleh umat nabi Muhammad saw. Dengan mendirikan malam al-Qadar umat Muhammad menuai fahala yang lebih baik dari pemuda Bani Israel itu.


Malik bin Anas bilang, malam qadar diberi karena usia umat zaman ini singkat. Maka Allah mengaruniakan kepada baginda nabi dan umat akhir zaman dengan suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan bagi umat lain.
Sepuluh Malam Terakhir
Sabda nabi dalam sekian hadits, siapa menghayati malam Lailatulqadar dengan mengerjakan sembahyang dan berbagai jenis ibadat lain sedang ia beriman dan mengharapkan rahmat Allah taala nescaya ia diampunkan dosanya yang terdahulu. Menurut riwayat, Rasulullah saw. sendiri menghayati malam 10 malam akhir bulan Ramadan dengan beriktikaf di masjid, mengerjakan pelbagai amal ibadah untuk menyambut malam Lailatulqadar yang mulia. Rasulullah saw. mempercepat ibadah pada malam sepuluh terakhir melebihi malam-malam sebelumnya. Beliau pun membangunkan keluarganya, bersungguh-sungguh beribadat dan uzlah dari isteri-isterinya.
Menurut para perawi hadits, tanda-tanda lailatul qadar ialah, (a) pada malam itu cuaca bersih tidak sejuk dan tidak pula panas, (b) malam itu tenang terang dan angin tidak bertiup sebagaimana biasa dan awan agak tipis, (c) malam itu tidak turun hujan dan bintang tidak bercahaya seolah-olah tidak timbul, dan (d) siangnya matahari terbit dalam suram.
Ulama-ulama dahulu bilang, malam Qadar ada di antara 1 Ramadhan sampai 29 atau malam 30 Ramadhan. Makanya dianjurkan setiap malam bulan Ramadhan dipenuhi dengan ibadah. Riwayat yang kuat menyatakan Lailatul Qadar itu terdapat di malam sepuluh yang akhir dari Ramadhan, sejak malam 21, kerana sejak malam 21 nabi saw. lebih memperkuat ibadatnya daripada malam-malam yang sebelumnya sampai beliau bangunkan kaum keluarganya yang tertidur.
Al-Razi, seorang penafsir kondang, menulis tentang sebab Allah menyembunyikan malam al-qadar dari pengetahuan kita. Kata dia, ada empat sebab. Pertama, Allah menyembunyikan malam al-qadar agar umat Islam dapat membesarkan semua malam bulan Ramadhan tanpa memilih malam tertentu. Kedua, jika diberitahu secara jelas tentang malam al-Qadar maka ditakuti manusia yang tahu tentang kedatangan malam tersebut tetapi dia tidak berusaha untuk merebutnya dengan amal ibadat atau malah melakukan maksiat. Ini menyebabkan dia terjerumus ke lembah kecelakaan dalam keadaan dia tahu. Berbuat maksiat atau tidak bersungguh beribadat pada malam yang kita tahu mempunyai kelebihan yang besar adalah lebih berat dosa dari kita tidak mengetahuinya. Makanya dirahsiakan malam al-qadar.
Ketiga, supaya seseorang mukallaf bersungguh-sungguh berusaha mencari malam al-qadar sehingga dia mampu memperbanyakkan ibadat lalu dia memperolehi pahala daripada kesungguhannya itu. Keempat, seseorang yang meyakini akan datangnya malam al-qadar akan bersungguh-sungguh mencarinya pada setiap malam Ramadhan dengan harapan akan bertemu malam al-qadar. Allah akan menyatakan kepada para malaikat, inilah manusia yang pernah kamu katakan bahawa mereka akan melakukan kerusakan dan pertumpahan darah di bumi, sedangkan apa yang kamu lihat ialah mereka merupakan makhluk yang kuat beribadat.
Hidupkanlah malam Ramadhan dengan beriktikaf, menunaikan Ibadah solat,berzikir,mengaji al-Quran, mendengar hal-hal yang berguna, mengulang kaji berkenaan Puasa, Solat, Zakat fitrah dan berbagai Ilmu Pengetahuan yang merapatkan hubungan kita dengan Allah swt. dan dengan sesama manusia.
Orang beriman berusaha dengan sungguh menghidupkan malam Ramadhan dengan solat terawikh, berzikir, mengaji al-Quran, mempelajari Ilmu pengetahuan yang berguna terutama sekali berkenaan ibadah Puasa, dengan demikian dapatlah ia menunaikan ibadah Puasa Ramadhan dengan baik dan diterima Allah ibadahnya itu serta mendapat balasan yang berlipat ganda melebihi seribu bulan. Semoga keselamatan yang diperoleh hingga terbitnya fajar. Kata Al Ghazali, jika satu Ramadhan jatuh pada hari Ahad atau Rabu, malam qadar jatuh pada malam 29 Ramadhan. Namun, jika malam pertama puasa jatuh pada malam Isnin (senin), malam qadar akan jatuh pada 21 Ramadhan. Jika puasa pertama pada Selasa atau Jumat - malam qadar jatuh pada 27 Ramadhan. Jika puasa pertama pada Khamis- malam qadar jatuh pada 25 Ramadhan. Jika Sabtu adalah malam pertama puasa- malam qadar jatuh pada malam 23 Ramadhan.
Ada beberapa ulama yang mengaku mengikuti petunjuk Al ghazali, sejak ia muda dan ia mendapatkan malam Qadar. Entahlah, yang pasti, kapan malam Lailatulqadar tetap dirahasiakan Allah s.w.t. supaya umat Islam menghayati 10 malam akhir Ramadan dengan amal ibadat. Semoga kita menemukan malam itu dan dapat rahmat yang diharapkan menjadikan kita hidup bahagia di dunia dan di akhirat.

 

 
We have 127 guests online