HARIAN ACEH. COM

Wednesday
Mar 17th
Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Pidie Raya Pidie Manajemen Unigha Hancur ‘Meulapuk-Lipie’k’

Manajemen Unigha Hancur ‘Meulapuk-Lipie’k’

Sigli | Harian Aceh - Pejabat Rektor Universitas Jabal Ghafur (Unigha) Sigli, Hasbalah Saad, mengatakan, kondisi manajemen Ungha sangat hancur alias meulapu’k-lipie’k. Untuk memperbaikinya, dirinya harus bekerja ekstra dan hati-hati.

Demikian diungkapkan Hasballah kepada Harian Aceh, kemarin. “Struktur organisasi saja sangat amburadul, terutama di bagian birokrasi. Saya janji akan melakukan perombakan habis-habisan di semua sektor,” ujar Mantan Menteri Urusan HAM era Presiden Gus Dur ini.

Menurut dia, saat ini, dia terus melakukan pembenahan birokrasi dan pendataan aset Unigha yang masih simpang siur. Dia mengaku butuh waktu dan penuh kehati-hatian, sehingga tidak terjadi persoalan baru di salah satu kampus terbesar di Aceh ini.
Di antaranya, dia mengaku segera memperjelas karyawan struktural Dosen  Dikti yang dimiliki Unigha sebanyak 24 orang. Selama ini mereka belum bekerja optimal. Sehingga perlu segera dilakukan evaluasi kinerja mereka termasuk menegaskan komitmen tugas mereka yang digaji negara. “Kita tegaskan para dosen Dikti harus benar-benar menjalankan tugas di kampus sesuai tugas mereka. Jangan sampai gara-gara mereka membuat Unigha semakin hancur,” tegas salah seorang pendiri Yayasan Jabal Ghafur ini.

Kepada mereka, kata Hasballah, diwajibkan untuk tinggal di Sigli, tidak ada alasan mereka tinggal di luar daerah karena mereka bekerja dan digaji khusus sebagai dosen tetap di Jabal Ghafur. “Memang untuk saat ini Yayasan belum bisa menyediakan rumah kepada mereka, tapi tetap diminta mereka tinggal di daerah. Kalau tidak kita akan melakukan tindakan tegas,” kata Hasballah.
Selain Dosen Dikti, dia juga mengaku banyak dosen-dosen non Dikti selama ini jarang masuk tugas. Sehingga mahasiswa dan kampus meresa dirugikan. Dia menegaskan bila para dosen tidak komit dalam menjalankan tugasnya atau dalam satu semester 14 kali pertemuan dengan mahasiswa, itu akan dilakukan pergantian.

Begitu juga persoalan data aset yang hingga kini belum jelas, Hasballah meminta semua pihak termasuk Mahasiswa membatu upayanya agar proses reformasi bisa cepat selesai. “Semua itu butuh waktu dan tidak semudah membalik telapak tangan. Memang selama ini masih banyak birokrasi lama tapi semua itu akan di rombak total setelah semua data jelas,” pungkas Pj Rektor.

Kinerja Rektor Belum Terlihat

Sementara itu, para mahasiswa menilai kinerja pj Rektor belum berjalan sebagaimana yang dijanjikan ketika baru dilantik. Bahkan mereka menilai Hasballah dalam mengambil kebijakan masih penuh keraguan. Kondisi itu nampak jelas sudah hitungan bulan, birokrasi yang dipakai masih tetap, begitu juga dengan kondisi kampus dalam proses belajar mengajar berjalan mundur.
Presma Unigha, Teuku Syawal bahkan mengancam akan kembali melakukan aksi jika dalam waktu yang telah dijanjikan rektor, keadaan Unigha tidak berubah. “Kita tetap tagih janji yang telah di ucapkan Rektor,” ujarnya kemarin.ari